Skip to main content

PUISI: REHAT

era empat nol;

dan percepatan dan tuntutan dan kecemasan

dan angka-angka tujuan dan kalkulasi dan komparasi

yang berasal dari tanah kembali ke dalam layar komputer jinjing

manusia kota tenggelam dalam cahaya televisi dini hari sembari menunggu esok

untuk repetisi kembali ke dalam layar komputer jinjing

tuhan tidak lagi berada di langit tetapi di dalam ponsel

dan neraka adalah jurang lebar yang berisi kesedihan massal

dan surga adalah kerlip lampu diskotek: segalanya menjadi singkat, dangkal, temporer




dalam kesadaran kita butuh jeda

duduk mengambil napas

mungkin esok kita akan menemukan cara

untuk mematikan televisi dini hari

dan mematikan kecemasan

agar dapat tidur pulas

agar di dalam mimpi kita dapat

bertemu sebentar

dengan Tuhan Yang Maha Welas




Yogyakarta, 5 Oktober 2020


*) Tulisan ini pernah dikirimkan untuk Lomba Puisi Dopamination 2020; Flourishing: Knowing the Right Feelings dan meraih juara III

Comments