era empat nol;
dan percepatan dan tuntutan dan kecemasan
dan angka-angka tujuan dan kalkulasi dan komparasi
yang berasal dari tanah kembali ke dalam layar komputer jinjing
manusia kota tenggelam dalam cahaya televisi dini hari sembari menunggu esok
untuk repetisi kembali ke dalam layar komputer jinjing
tuhan tidak lagi berada di langit tetapi di dalam ponsel
dan neraka adalah jurang lebar yang berisi kesedihan massal
dan surga adalah kerlip lampu diskotek: segalanya menjadi singkat, dangkal, temporer
dalam kesadaran kita butuh jeda
duduk mengambil napas
mungkin esok kita akan menemukan cara
untuk mematikan televisi dini hari
dan mematikan kecemasan
agar dapat tidur pulas
agar di dalam mimpi kita dapat
bertemu sebentar
dengan Tuhan Yang Maha Welas
Yogyakarta, 5 Oktober 2020
Comments
Post a Comment